Sarung Tangan Robot Pengobatan Penderita Stroke
Beberapa siswa dari fakultas Universitas Kedokteran Muhammadiyah (UM) Surabaya telah membuat peralatan perawatan jari untuk orang-orang dengan stroke. Peralatannya adalah semacam sarung tangan dan robot.
Peralatan medis pertama dengan Bulstopper diproduksi oleh Rafly Basyara Alfaizan dan timnya. "Kami memproduksi peralatan rehabilitasi dan berdiskusi dengan penyelia dan bertanya dengan guru rehabilitasi. Dia mengatakan bahwa idenya bagus, tetapi lebih baik memindahkan jari Anda ke jari -jari Anda, jadilah bultopper. Di antara banyak perawatan stroke, rehabilitasi konvensional adalah salah satu yang paling populer. Pengobatan stroke, orang yang menderita dibantu oleh terapis untuk dapat kembali mengendalikan tubuh mereka, "kata Rafly pada hari Rabu (3/11/2021).
Terapis, jelasnya, mengenakan sarung tangan yang telah dipasang dengan sensor. Sehingga setiap gerakan dalam terapis ingin disertai dengan robot yang digunakan tangan yang digunakan oleh penderitaan. Ada juga 2 peralatan yang digunakan untuk menggerakkan jari -jari korban stroke adalah sarung tangan putih biasa sebagai peralatan mengemudi dan sarung tangan pencetakan 3D untuk para korban stroke.
"Kami memiliki kemungkinan untuk secara langsung memeriksa peralatan rehabilitasi di Rumah Sakit Umum Dokter Soetomo, alat -alatnya sama dengan pencetakan 3D. Tetapi di Rumah Sakit Dokter Soetomo, gerakannya tidak menguntungkan, ada jari dengan jari, di sana adalah lokasi jari. Membedakannya dari peralatan kami, metode gerakan harus menjadi instruktur yang telah bergerak," katanya.
"Sarung tangan putih sebagai peralatan mengemudi, jika ditransfer oleh jari kelingking, maka peralatan pencetakan 3D akan diikuti jika dapat dihubungkan keduanya," tambahnya.

Menyambungkan Sarung Tangan Robot Dengan Bluetooth serta Power Bank
Untuk menghubungkan kedua peralatan, membutuhkan Bluetooth dan Koneksi Energi Bank Makanan. Dengan kata lain, perawatan yang dicoba dibatasi oleh momen dan jumlah kapasitas bank listrik. Dimensi robot tangan juga dapat dibuat disesuaikan dengan dimensi jari pasien.
Namun, inovasi ini tidak dilakukan pada orang dengan stroke langsung. Karena pandemi memaksa Covid-19.
"Peralatan ini hanya menjadi pada bulan Maret 2020, setelah itu, kami ingin diberikan kepada Dokter Soetomo General Hospital, karena guru kami adalah dokter rehabilitasi di sana, kemudian Pandemi Covid-19. Karena itu ia ditunda pertama kali," katanya.
Meskipun ini masih membutuhkan peningkatan, inovasi siswa tahun 2019 dapat melakukan berbagai pencapaian. Terutama di acara internasional, dalam persaingan dengan 20 negara.
Rafly berharap bahwa bulstopper ini dapat berguna bagi orang -orang dengan penderitaan khusus. "Semoga ini dapat digunakan dengan cepat. Karena periode pandemi ini juga, para korban di rumah sakit sering dapat membantu menyesuaikan diri di rumah," pungkasnya.
Kursus Robotik
Jika kalian ingin belajar seputar robotika bisa kunjungi PT Sari Teknologi tempat kursus belajar dunia teknologi robotika hingga mahir merakit. Yang beralamat di Lt. 6 Gedung Universitas Gunadarma Jl. Raya Outer Ringroad Blok C7 No. 20, Komplek, Jl. Taman Palem Mutiara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730.

Di sini kalian bisa belajar dari mulai merakit robot sederhana dan robot yang akan di konteskan. Akan tetapi PT Sari Teknologi ini juga sudah sangat terkenal keberhasilan dalam menciptakan produk-produk robot yang bagus dan berguna. Misalkan dari robot mainan yang bisa di mainkan oleh anak-anak. Hingga robot yang bisa di pergunakan untuk bekerja, dan lain sebagainya.
Berikut link kursus robotik PT Sari Teknologi : https://sariteknologi.com/
Komentar
Posting Komentar